Kecelakaan kerja akibat jatuh dari ketinggian kembali menelan korban jiwa. Seorang pekerja konstruksi meninggal dunia setelah terjatuh dari scaffolding atau perancah setinggi sekitar tujuh meter di kawasan Bayan Lepas, Penang, Malaysia. Insiden ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan yang melibatkan scaffolding membutuhkan pengawasan, prosedur keselamatan, dan tenaga kerja yang kompeten.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 4 September 2026, sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Berdasarkan laporan awal Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (DOSH) Penang, pekerja tersebut sedang melakukan aktivitas pembongkaran scaffolding. Saat menuruni perancah untuk beristirahat dan makan siang, korban terjatuh hingga mencapai lantai di bawahnya.

Korban mengalami cedera kepala serius. Petugas kemudian membawanya ke Rumah Sakit Penang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Pihak berwenang langsung menghentikan aktivitas pekerjaan dan mengamankan lokasi kejadian untuk kepentingan investigasi. Petugas juga meminta keterangan dari pihak perusahaan dan saksi guna mengetahui penyebab kecelakaan serta mengevaluasi kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan kerja.

Sumber berita: The Star, 6 September 2026.

Kecelakaan Scaffolding Membuktikan Bahaya Kerja di Ketinggian

Kasus tersebut menunjukkan bahwa bahaya scaffolding tidak hanya muncul ketika pekerja memasang atau menggunakan perancah. Aktivitas membongkar dan menuruni scaffolding juga memiliki risiko tinggi.

Banyak pekerja menganggap pekerjaan turun dari perancah sebagai aktivitas sederhana. Padahal, pekerja tetap menghadapi risiko kehilangan keseimbangan, terpeleset, salah berpijak, hingga terjatuh dari ketinggian.

Selain itu, kondisi struktur perancah dapat berubah selama proses pembongkaran. Pekerja yang melepas komponen tanpa urutan dan prosedur yang tepat dapat menghadapi bahaya serius.

Karena itu, perusahaan harus memastikan setiap tahapan pekerjaan memiliki prosedur keselamatan yang jelas.

5 Bahaya Scaffolding yang Sering Mengancam Pekerja

Scaffolding membantu pekerja menjangkau area kerja yang tinggi. Namun, penggunaan perancah yang tidak aman dapat menimbulkan kecelakaan serius.

Berikut lima bahaya yang perlu perusahaan dan pekerja pahami.

1. Terjatuh dari Ketinggian

Risiko jatuh menjadi salah satu bahaya utama dalam pekerjaan scaffolding. Pekerja dapat kehilangan keseimbangan ketika berdiri, berpindah posisi, memasang komponen, atau menuruni perancah.

Lantai kerja yang licin, akses naik turun yang tidak aman, serta tidak adanya perlindungan terhadap jatuh dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Untuk mencegahnya, perusahaan harus menyediakan akses naik turun yang aman, platform kerja yang layak, pagar pengaman, serta sistem perlindungan jatuh sesuai hasil penilaian risiko.

2. Scaffolding Roboh atau Tidak Stabil

Struktur perancah yang tidak stabil dapat roboh ketika pekerja menggunakannya. Kondisi ini bisa terjadi akibat kesalahan pemasangan, pondasi yang tidak kuat, komponen rusak, atau beban berlebihan.

Pekerja juga harus memperhatikan kestabilan perancah selama proses pembongkaran. Pelepasan komponen secara sembarangan dapat mengganggu keseimbangan struktur.

Karena itu, petugas kompeten harus memeriksa kondisi scaffolding sebelum pekerja menggunakannya.

3. Tertimpa Material atau Komponen Perancah

Aktivitas pemasangan dan pembongkaran scaffolding melibatkan banyak komponen, seperti pipa, frame, platform, tangga, dan pengunci.

Komponen yang terlepas atau jatuh dapat menimpa pekerja di bawahnya. Risiko ini semakin besar ketika pekerja tidak mengamankan area kerja.

Perusahaan perlu memasang pembatas area, tanda peringatan, dan mengatur komunikasi antara pekerja di atas dan di bawah.

4. Terpeleset dan Salah Berpijak

Debu, air, minyak, material konstruksi, dan permukaan platform yang tidak rata dapat menyebabkan pekerja terpeleset.

Pekerja juga berisiko kehilangan keseimbangan ketika membawa peralatan atau material saat naik dan turun dari perancah.

Oleh sebab itu, perusahaan harus menjaga kebersihan platform, memastikan akses tidak terhalang, serta mengatur cara pekerja membawa peralatan.

5. Kesalahan Saat Memasang dan Membongkar Scaffolding

Pemasangan dan pembongkaran perancah membutuhkan pemahaman teknis. Pekerja harus mengetahui urutan pekerjaan, fungsi setiap komponen, kapasitas struktur, serta prosedur pengamanan.

Jika pekerja melepas bagian yang masih menopang struktur, scaffolding dapat kehilangan kestabilan.

Perusahaan harus memberikan instruksi kerja yang jelas dan menugaskan personel yang memiliki kompetensi sesuai tanggung jawabnya.

Mengapa Pembongkaran Scaffolding Membutuhkan Pengawasan Khusus?

Pembongkaran scaffolding sering dianggap lebih mudah daripada pemasangan. Padahal, pekerjaan ini membutuhkan perhatian yang sama besar terhadap keselamatan.

Selama proses pembongkaran, pekerja mengubah susunan struktur secara bertahap. Setiap komponen yang dilepas dapat memengaruhi kestabilan bagian lainnya.

Berikut beberapa langkah keselamatan yang harus perusahaan terapkan:

  1. Buat prosedur pembongkaran: Tentukan urutan pelepasan komponen berdasarkan metode kerja yang aman.
  2. Periksa kondisi perancah: Pastikan struktur tidak mengalami kerusakan atau perubahan yang membahayakan.
  3. Amankan area kerja: Batasi akses orang yang tidak berkepentingan di sekitar lokasi pembongkaran.
  4. Gunakan akses yang aman: Sediakan tangga atau jalur khusus untuk pekerja naik dan turun.
  5. Gunakan APD sesuai risiko: Pastikan pekerja menggunakan helm keselamatan, sepatu keselamatan, dan sistem pelindung jatuh sesuai kebutuhan.
  6. Lakukan pengawasan: Tunjuk personel kompeten untuk memastikan pekerja mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

Langkah tersebut membantu perusahaan mengendalikan risiko selama pekerjaan berlangsung.

Peran Pelatihan K3 Scaffolding dalam Mencegah Kecelakaan

Peralatan keselamatan yang lengkap belum tentu cukup untuk mencegah kecelakaan. Pekerja juga harus memahami cara menggunakan, memasang, memeriksa, dan membongkar scaffolding dengan benar.

Di sinilah pelatihan K3 scaffolding memiliki peran penting.

Melalui pelatihan yang tepat, pekerja dapat meningkatkan pemahaman mengenai bahaya perancah dan cara mengendalikan risiko di tempat kerja.

Beberapa kompetensi yang perlu pekerja kuasai meliputi:

  • Mengenali jenis dan komponen scaffolding.
  • Memahami fungsi setiap bagian perancah.
  • Mengetahui prosedur pemasangan dan pembongkaran.
  • Memeriksa kondisi dan kelayakan scaffolding.
  • Memahami kapasitas beban dan kestabilan struktur.
  • Mengenali potensi bahaya saat bekerja di ketinggian.
  • Menggunakan alat pelindung diri dengan benar.
  • Menerapkan prosedur keselamatan ketika terjadi kondisi darurat.

Perusahaan juga perlu memastikan pekerja mendapatkan pelatihan sesuai tugas, tanggung jawab, dan ketentuan K3 yang berlaku.

Jangan Abaikan Keselamatan Kerja di Ketinggian!

Kasus pekerja yang meninggal setelah terjatuh dari scaffolding di Bayan Lepas menjadi pengingat bahwa satu kesalahan dalam pekerjaan di ketinggian dapat berakibat fatal.

Perusahaan tidak boleh hanya berfokus pada target penyelesaian proyek. Keselamatan pekerja harus menjadi bagian utama dari setiap tahapan pekerjaan, mulai dari pemasangan, penggunaan, hingga pembongkaran scaffolding.

Manajemen harus melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko, menyediakan peralatan yang sesuai, serta memastikan pekerja memahami prosedur kerja aman.

Kompetensi tenaga kerja juga harus menjadi perhatian. Pekerja yang memahami teknik penggunaan scaffolding dan prosedur keselamatan akan lebih siap mengenali bahaya sebelum kecelakaan terjadi.

Ingat, scaffolding yang aman bukan hanya bergantung pada kekuatan material, tetapi juga pada kompetensi pekerja dan pengawasan yang tepat.

Tingkatkan Kompetensi K3 Bersama PT Safe Tra Indonesia

PT Safe Tra Indonesia merupakan lembaga penyedia jasa K3 yang menyediakan berbagai program pelatihan dan sertifikasi K3 untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Kami memahami bahwa setiap pekerjaan memiliki risiko yang berbeda. Karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan K3 menjadi langkah penting untuk membangun lingkungan kerja yang lebih aman.

Safe Tra menyediakan layanan pelatihan K3 yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, termasuk program terkait pekerjaan di ketinggian dan keselamatan penggunaan scaffolding sesuai ruang lingkup program yang tersedia.

📞 Konsultasi & Pendaftaran Pelatihan | Biaya Operator Genset

Ingin mengetahui biaya pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda?
Hubungi tim PT Safe Tra Indonesia sekarang untuk mendapatkan penawaran terbaik, jadwal pelatihan, dan juga konsultasi GRATIS.

👉 Daftarkan perusahaan Anda hari ini dan ciptakan lingkungan kerja yang lebih aman!

Pendaftaran Personal 👉  5 Standar Keselamatan yang Wajib Dipatuhi Saat Kerja di Ketinggian TKBT 2

Pendaftaran Perusahaan 👉  5 Standar Keselamatan yang Wajib Dipatuhi Saat Kerja di Ketinggian TKBT 2

Informasi Jadwal Pelatihan 👉 5 Standar Keselamatan yang Wajib Dipatuhi Saat Kerja di Ketinggian TKBT 2


INFORMASI JADWAL DAN PENDAFTARAN :

Contact person

(021) 2762-3629 / (021) 3529-6760 (Kantor safetra)

0818-8532-4943 (Marketing)

0813-8425-3270 (Alternatif)

Sosial Media ⇓

Website     : www.safetra.co.id

Youtube     : Safetra Indonesia

Instagram : PT Safetra Indonesia

Facebook  : PT Safetra Indonesia

Tiktok        : Safetra Indonesia

Twitter      : Media.Safetra

Leave a Comment